STIE‑IBEK dan Pemkab Bangka Barat Sepakati Kolaborasi Strategis melalui MoU: Dimulai dengan Sekolah Pasar Modal untuk Kepala Desa

Pada tanggal 17 Juni 2025, bertempat di Kota Muntok, Kabupaten Bangka Barat, telah dilaksanakan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi IBEK Pangkalpinang dan Pemerintah Kabupaten Bangka Barat. Penandatanganan ini menandai dimulainya suatu bentuk kolaborasi strategis yang diarahkan pada penguatan kapasitas desa dalam bidang ekonomi, keuangan, dan pengembangan potensi lokal berbasis data dan kebutuhan riil masyarakat.

Yang menarik dan membedakan kegiatan ini dari seremoni kerja sama pada umumnya adalah langkah awal yang langsung diambil oleh kedua pihak, yaitu dengan menyelenggarakan Sekolah Pasar Modal bagi seluruh Kepala Desa se-Kabupaten Bangka Barat. Kegiatan ini bukan hanya menjadi simbolisasi kerja sama, melainkan implementasi nyata dari Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bentuk pendidikan masyarakat dan pengabdian berbasis literasi ekonomi.

Program Sekolah Pasar Modal yang digelar ini bertujuan membuka wawasan serta akses para pemimpin desa terhadap dunia pasar modal Indonesia. Kegiatan ini dirancang untuk memperkenalkan instrumen-instrumen investasi yang legal, inklusif, dan potensial sebagai sumber pembiayaan alternatif pembangunan desa. Di saat yang sama, kegiatan ini juga menjadi ajang perkenalan bagi STIE‑IBEK sebagai mitra akademik strategis dalam inisiatif Desa Investasi dan Desa Pengembangan Usaha yang akan dijalankan di Bangka Barat.

Terdapat tiga tujuan utama dari kemitraan ini:

  1. Meningkatkan Literasi Keuangan dan Aksesibilitas terhadap Pasar Modal Indonesia, melalui pendampingan dan edukasi sistematis bagi aparatur desa dan pelaku usaha lokal. STIE‑IBEK diharapkan berperan sebagai pusat edukasi keuangan desa dan menjadi jembatan antara potensi lokal dengan ekosistem investasi nasional.

  2. Menjadi Pusat Riset dan Inkubasi Ekonomi Desa, dengan basis data akademik, studi kelayakan, dan pemetaan potensi ekonomi berbasis sektor. Dalam hal ini, STIE‑IBEK tidak hanya melakukan riset pasif, tetapi secara aktif membangun ekosistem ekonomi desa yang mengintegrasikan teknologi, manajemen usaha, serta inovasi model bisnis.

  3. Menjadi Mitra Pemerintah Daerah dalam Pembinaan Ekonomi Desa secara Berkelanjutan, dengan pendekatan yang adaptif terhadap pasar dan berbasis kebutuhan lapangan. Kolaborasi ini dirancang untuk menghasilkan kebijakan publik yang evidence-based dan mampu merespons dinamika ekonomi lokal secara tepat.

Melalui kesepakatan ini, STIE‑IBEK akan mendampingi sejumlah desa prioritas di Bangka Barat sebagai pilot project Desa Investasi dan Desa Pengembangan Usaha, yang difokuskan pada sektor pertanian olahan, perikanan, UMKM kreatif, dan wisata berbasis kearifan lokal. Kampus akan menyediakan pendampingan teknis berupa pelatihan, penyusunan rencana bisnis, hingga simulasi model investasi mikro yang aman dan berkelanjutan.

Dengan partisipasi aktif para Kepala Desa dalam program perdana Sekolah Pasar Modal, disertai komitmen kuat dari Pemerintah Kabupaten dan dukungan akademik dari STIE‑IBEK, kerja sama ini diharapkan mampu mendorong lahirnya desa-desa cerdas, mandiri, dan sejahtera di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Penandatanganan MoU ini menjadi momentum penting yang menunjukkan bahwa transformasi ekonomi desa tidak hanya dimulai dari pusat, tetapi juga bisa digerakkan dari ruang-ruang lokal melalui sinergi kelembagaan yang strategis dan berorientasi dampak.