Dalam rangka memperkuat sinergi antara dunia akademik dan pemerintah daerah, STIE‑IBEK Pangkalpinang secara resmi menandatangani Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) dengan Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah, yang dipimpin langsung oleh Bupati Algafry Rahman, S.T., M.Pd, Koba 16/05/25.
Penandatanganan ini menandai komitmen bersama dalam mengimplementasikan model Triple Helix—yakni kemitraan antara Perguruan Tinggi, Pemerintah Daerah, dan Dunia Usaha—sebagai pendekatan strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan.
Dalam sambutannya, Bupati Bangka Tengah menyampaikan bahwa pemerintah di bawah kepemimpinannya senantiasa membuka ruang kolaborasi dengan institusi pendidikan tinggi, khususnya dalam mendukung pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Pemerintah Kabupaten juga menegaskan pentingnya kehadiran perguruan tinggi sebagai mitra pembangunan, terutama dalam menghadirkan inovasi kebijakan dan penguatan kapasitas masyarakat lokal.
Dokumen MoU ini menjadi landasan awal yang akan ditindaklanjuti dalam bentuk Perjanjian Kerja Sama (PKS) teknis antara STIE‑IBEK dengan berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan mitra lintas sektor lainnya. Kolaborasi ini diharapkan mampu memperkuat infrastruktur kelembagaan, mengintegrasikan hasil riset ke dalam kebijakan publik, serta membuka akses lapangan bagi pengembangan akademik berbasis kebutuhan lokal.
Salah satu momen menarik dalam kegiatan ini adalah sapaan langsung dari Bupati kepada dua mahasiswa asing STIE‑IBEK, yakni Richard Ismail (asal Vanuatu) dan Millo (asal Fiji), yang saat ini terlibat aktif dalam program pertukaran pelajar dan pengabdian masyarakat lintas budaya. Keduanya telah menjalankan peran sebagai agen diplomasi budaya dan berkontribusi dalam inisiatif sosial berbasis partisipasi masyarakat. Kehadiran mereka menegaskan komitmen STIE‑IBEK dalam membangun jejaring internasional dan memperkuat identitas global kampus di tengah dinamika pembangunan lokal.
Lebih dari sekadar formalitas, MoU ini membuka peluang strategis untuk pengembangan produk lokal berbasis ekonomi kreatif dan kewirausahaan masyarakat. Ke depan, STIE‑IBEK akan mendampingi Pemkab Bangka Tengah dalam merancang strategic pitch desk—sebuah perangkat rencana pemasaran terstruktur—untuk mempromosikan berbagai produk unggulan daerah, mulai dari hasil olahan pertanian, perikanan, hingga produk UMKM berbasis kearifan lokal, ke pasar nasional dan mancanegara.
Sebagai institusi pendidikan tinggi yang berorientasi pada kolaborasi dan dampak, STIE‑IBEK hadir bukan hanya sebagai penyedia layanan akademik, tetapi juga sebagai mitra strategis dalam pengembangan kapasitas sumber daya manusia, transfer pengetahuan, dan pemetaan strategi berbasis data. Kemitraan dengan Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah ini menjadi langkah nyata dalam menguatkan tata kelola pembangunan daerah yang partisipatif, inovatif, dan berdaya saing tinggi.